Pembelajaran Mendalam: bukan kurikulum baru, tetapi cara belajar yang lebih bermakna
Sejak Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025, pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) masuk ke kerangka Kurikulum Merdeka. Intinya: murid belajar dengan berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan, melalui pengalaman memahami, mengaplikasi, dan merefleksi. Halaman ini merangkumnya untuk guru, orang tua, dan murid, beserta contoh penerapannya di EduSmart.
- Kurikulum yang berlaku tetap Kurikulum Merdeka (K13 masih boleh dipakai di daerah tertentu sampai masa transisi berakhir).
- Pembelajaran mendalam adalah pendekatan, bukan nama kurikulum.
- Deep learning di pendidikan berbeda dengan deep learning di kecerdasan artifisial.
Tiga prinsip pembelajaran mendalam
Berkesadaran
Murid tahu tujuan belajarnya, sadar cara ia belajar, dan terdorong belajar dari dalam dirinya, bukan sekadar mengejar nilai.
Bermakna
Materi terhubung dengan kehidupan nyata dan pengetahuan yang sudah dimiliki murid, sehingga ia paham manfaatnya.
Menggembirakan
Suasana belajar positif, menantang, dan menyenangkan, sehingga murid berani mencoba dan tidak takut salah.
Memahami, mengaplikasi, merefleksi
Tiga pengalaman belajar yang dirancang berurutan, dan contoh wujudnya di EduSmart.
| Pengalaman belajar | Artinya | Contoh di EduSmart |
|---|---|---|
| 1Memahami | Murid aktif membangun pengetahuan dari berbagai sumber dan konteks. | Modul ringkas dengan tujuan pembelajaran, contoh, dan ilustrasi, lalu latihan soal Level 1 yang menguji konsep dasar. |
| 2Mengaplikasi | Murid menerapkan pengetahuan dalam situasi nyata secara kontekstual. | Bagian “Ayo Mencoba” di modul, soal Level 3–5 berbasis kasus, tugas dari guru, dan Kuis Live di kelas. |
| 3Merefleksi | Murid mengevaluasi dan memaknai proses serta hasil belajarnya. | Pembahasan di setiap soal, Rapor Capaian per elemen CP, Latihan Ulang untuk soal yang salah, dan pertanyaan refleksi di modul baru. |
Empat kerangka pembelajaran
Praktik pedagogis
Strategi mengajar yang membuat murid berpikir, misalnya pembelajaran berbasis masalah dan proyek.
Guru memilih soal per elemen CP dan tingkat kesulitan, lalu melihat soal mana yang paling sulit di rekap.
Kemitraan pembelajaran
Kolaborasi sekolah dengan orang tua, masyarakat, dan mitra lain.
Akun orang tua untuk memantau latihan anak dan menyetujui kuis buatan anak.
Lingkungan pembelajaran
Ruang fisik, virtual, dan budaya belajar yang aman dan mendukung.
Tanpa iklan dan tanpa chat; izin orang tua untuk murid di bawah 18 tahun.
Pemanfaatan teknologi digital
Teknologi dipakai untuk memperdalam belajar, bukan sekadar memindahkan buku ke layar.
Latihan adaptif lima level, jawaban diacak, pembahasan instan, dan bantuan AI untuk guru.
Delapan dimensi profil lulusan
Tujuan akhir pembelajaran mendalam: murid yang utuh, bukan hanya pintar menjawab soal.
Contoh satu pertemuan dengan EduSmart
- Awali dengan tujuan (berkesadaran). Tunjukkan bagian Tujuan Pembelajaran di modul dan tanyakan apa yang sudah murid ketahui.
- Bangun pemahaman (memahami). Murid membaca modul ringkas, lalu mengerjakan latihan Level 1–2 dan membaca pembahasannya.
- Terapkan pada masalah nyata (mengaplikasi). Kerjakan kegiatan “Ayo Mencoba” berkelompok, atau mainkan Kuis Live agar suasana menggembirakan.
- Tantang lebih dalam. Bagikan tugas berisi soal Level 3–5 berbasis kasus lewat satu link kelas.
- Tutup dengan refleksi (merefleksi). Bahas soal yang paling banyak salah dari rekap, lalu murid menulis jawaban pertanyaan refleksi dan memakai Latihan Ulang.
Pertanyaan yang sering diajukan
Sumber rujukan
- Peraturan Mendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025 tentang Perubahan atas Permendikbudristek Nomor 12 Tahun 2024 tentang Kurikulum.
- Panduan Pembelajaran dan Asesmen Edisi Revisi 2025, BSKAP Kemendikdasmen.
- Keputusan Kepala BSKAP Kemendikdasmen Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran.